KH Syukron Ma’mun Tegaskan Islam Tak Mengajarkan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

  • Bagikan
Ulama sepuh yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Darul Rahman DKI Jakarta, KH Syukron Ma’mun, memberikan tausiah di Pondok Pesantren Syalafiyah Syafi’iah An-nur, Desa Pasir Panjang, Kabupaten Mempawah. Foto Istimewa

TERAS MEMPAWAH – Ulama sepuh Indonesia, KH Syukron Ma’mun, menghadiri Tabligh Akbar di Pondok Pesantren Syalafiyah Syafi’iah An-nur, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Mempawah TImur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa 29 November 2022.

Lebih dari 2.000 orang yang hadir dalam kegiatan ini. Tidak saja dari kalangan habaib dan ulama, tapi juga dari para tokoh, masyarakat hingga santri-santriwati pondok pesantren di Mempawah.

Baca juga : Pengurus Pergunu Mempawah Dilantik, Wakil Bupati Sampaikan Ini

Tabligh akbar ini sendiri diselenggarakan Pondok Pesantren Syalafiyah Syafi’iah An-nur dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H.

Adapun tema yang diusung panitia pelaksana cukup menarik. Yakni, “Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar untuk Menjaga Stabilitas Bangsa dan Negara”.

Dalam kesempatan itu, ulama berusia 82 tahun ini memaparkan peran umat Islam dan ulama dalam perjuangan untuk merebut kemerdekaan, hingga menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Salah satu contoh, lanjutnya, ketika ulama maupun tokoh Islam dengan lapang dada menerima permintaan perwakilan Indonesia Timur untuk menghapus kalimat “Yang Mewajibkan Syariat Islam Bagi Pemeluknya” sebagaimana tertuang dalam naskah awal Piagam Jakarta.

Piagam Jakarta merupakan cikal bakal lahirnya butir-butir sila dalam Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia hingga kini.

“Namun dengan jiwa besar untuk mengedepankan keutuhan NKRI, ulama beserta tokoh Islam pada saat itu sepakat mencoret dan mengganti kata Syariat Islam dengan Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Jangan heran, founding fathers mengatakan bahwa Pancasila merupakan hadiah terbesar umat Islam Indonesia bagi NKRI.

Terkait dengan itu, KH Syukron Ma’mun mengajak seluruh ulama dan umat Islam untuk menjalankan Pancasila dan senantiasa menjaga keutuhan NKRI.

“Ini saya cerita soal sejarah agar para pemimpin kita bisa bijaksana dan mengetahui urutan-urutan sejarah,” tegas Pimpinan Pondok Pesantren Darul Rahman DKI Jakarta ini.

  • Bagikan